Kamis, 16 September 2010

7 CIRI - CIRI PRIA BERBOHONG

7 KEBOHONGAN PRIA

Ada beberapa alasan mengapa seorang pria berbohong. Mulai dari kebohongan yang tidak disadari hingga yang menyakitkan hati.

Jika Anda pernah berpikir bahwa pasangan pria Anda tak pernah berdusta, harus dikaji kembali. Buat seorang pria, motivasi saat berdusta beraneka ragam. Mulai hanya untuk menjaga perasaan Anda, menyimpan rahasia, atau takut dimarahi.

Tindakan berbohong yang dilakukan seseorang biasanya dihadapkan pada situasi yang sangat traumatik atau menakutkan, sehingga menyangkal adalah tindakan yang dilakukannya secara tidak sadar.


Rasionalisasi dari tindakan itu adalah upaya memberikan berbagai alasan agar orang lain mempercayai dan melegalkan kebohongan yang dilakukannya. Contohnya, jika pasangan pria Anda mengatakan: “Saya tidak selingkuh.” Padahal dirinya memang melakukan perselingkuhan.

Menurut Andre (nama samaran), ketika ia masih berpacaran, sering kali berbohong dan gonta-ganti pacar. Tapi setelah menikah, ia tak pernah berbohong. “Berbohong ketika pacaran oke-oke saja. Tapi setelah menikah, kejujuran saya utamakan meski saya salah,” katanya. Menurut pria berusia 46 tahun ini, ke tidak jujuran membuat hubungan tak sehat.

Memang benar, lanjut Andri (nama samaran), pada beberapa situasi, berbohong lebih baik daripada mengatakan yang sebenarnya. “Namun terhadap pasangan hidup haruslah jujur. Bila sekali saja Anda berbohong, Anda akan mencari alasan lain lagi untuk menutupi kebohongan yang pertama,” katanya, berpesan.

Untuk mendeteksi kebohongan seorang pria, perlu pengetahuan dan keterampilan tertentu. Semakin banyak ditemukan ciri-cirinya, semakin besar kemungkinan adanya kebohongan. Mark Meadows, sosiolog dari Institut San Diego, Amerika Serikat, mengatakan bahwa seseorang dapat mengetahui apakah pasangannya sedang berbohong atau tidak dengan mengamati hal-hal berikut:


1. Mata.
Mata adalah jendela jiwa. Pada umumnya, orang berbohong tak berani kontak mata secara langsung dengan lawan bicara. Umumnya orang percaya bahwa pelaku kebohongan tidak berani menentang langsung mata yang dibohonginya. Tapi buat orang mahir berdusta, justru berusaha kontak mata langsung dengan orang yang dibohonginya. Tujuannya agar ia dapat dengan cepat mengetahui respons atas kebohongan yang sedang dilakukannya. Contoh, jika pasangan pria Anda berbohong tidak melakukan selingkuh, kemungkinan besar ia akan menatap Anda seraya mengatakan: I Love You. Tanda lain dari indra mata untuk mendeteksi kebohongan pasangan, pada kedipan matanya. Jika saja ia berkedip lebih cepat atau sering, berarti ia sedang berbohong.

2. Intonasi Suara.
Sadar atau tidak, biasanya orang berbohong itu sering kali menggunakan nada tinggi, cepat, keras, dan sering salah saat berbicara. Dan, tiba-tiba berhenti. Mengapa? Biasanya orang melakukan reaksi berlebihan saat menjawab pertanyaan Anda, dikarenakan sikap untuk bertahan dan menutupi rasa bersalah yang bersangkutan. Tapi teori ini tak sepenuhnya benar. Paling tidak, Anda bisa mendeteksinya. Pasalnya, orang dalam kondisi stress pun, mengalami kondisi tidak nyaman dan khawatir, dan mengeluarkan nada suara yang tinggi.

3. Wajah.
Salah satu cara mendeteksi pasangan kita berbohong atau tidak, melalui ekspresi muka. Dari sebuah senyuman, kita dapat banyak informasi. Dengan catatan, jika Anda kenal sebelumnya. Orang berbohong, umumnya memiliki senyum tanpa diikuti kerutan pada ujung mata, datangnya tiba-tiba dan ada jarak dengan emosinya.

4. Bahasa tubuh.
Gerakan badan seseorang, seperti duduk dan sikap, bisa mencerminkan dirinya sedang berbohong atau tidak. Itu bisa dilakukan jika Anda benar dengan baik karakter dan bahasa tubuh pasangan. Misalnya, ketika sedang bicara, Anda melihat dia menyilangkan kaki atau tangan, canggung, tegang, menggarukkan kepala, dan mengetukkan jarinya ke meja. Meski demikian, perilaku seperti ini juga kita temui saat seseorang mengalami stres. So, antara orang stres dan berbohong memiliki kondisi dan situasional yang hampir serupa. Ketika berbohong, pelakunya akan stres (takut diketahui). Seorang yang berbohong akan bereaksi seperti keadaan stres, misalnya marah, takut, atau rasa bersalah.

5. Tes kejujuran 
Saat pasangan Anda mengatakan baru saja ke rumah kawannya, sebaiknya langsung tanyakan sesuatu yang dekat dengan wilayah rumah teman Anda. Misalnya, apakah pasangan Anda melihat peristiwa kebakaran dekat wilayah tinggal temannya? Jika ia merespons kebohongan Anda dengan “bumbu-bumbu”, padahal tidak terjadi seperti apa yang Anda ucapkan, berarti ia sedang berbohong. Tapi jika ia jujur, tentu mengatakan tak melihat peristiwa kebakaran.

6. Ingkar janji.
Melanggar dari komitmen yang sudah disepakati, salah satu tanda, ia sering-sering diajak untuk hang-out bersama teman-teman Anda. Jalan terbaiknya adalah, Anda mesti pandai membagi antara hang-out bersama teman dan sang kekasih.

7. Mengagumi orang lain.
Meski di awal hubungan percintaan Anda dengan pasangan pria tak pernah marah, dan cool ketika Anda melirik pria, jangan dipercaya. Sebab suatu saat, jika peristiwa itu terjadi kembali ia pasti marah. Sebab, ia merasa terganggu dan hanya ingin perhatian Anda tertuju padanya. Selanjutnya, bila Anda merasa tidak dapat lagi mempercayai pasangan, Anda harus mengutarakan hal ini padanya. Cobalah untuk jujur dalam situasi apa pun, terutama terhadap pasangan tercinta. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar